021 - 3922 753 / 0821 2244 8944 mashair.azim.tour@gmail.com
2016

MENJELANG HARI KEMENANGAN

Tanpa terasa kita telah memasuki tanggal 25 Ramadan, hari ini. Diibaratkan seorang atlet pelari, kita sudah hampir mencapai garis finish. Di depan telah menanti sebuah trophy perlambang kemenangan yang kita idam-idamkan sejak dari awal start .Segenap tenaga dan kemampuan telah kita keluarkan untuk meraih kemenangan.. Akankah kita berhasil merebut trophi tersebut ?

Saat saat seperti ini, seorang atlet bisa semakin terpacu semangatnya untuk lebih kencang berlari agar dia berhasil menjadi sang juara. Namun tak sedikit pula yang mulai mengendur, karena telah terkuras habis tenaganya sewaktu menjalani tahap tahap awal dari suatu lomba. Di saat seperti ini tekad, stamina dan pengalaman bertanding menjadi faktor penentu apakah seseorang bisa menjadi yang terbaik atau tidak.

Kalau di kembalikan kepada persoalan pokok masalah puasa, tekad adalah gambaran besar kecilnya tingkat keimanan seseorang dalam menjalankan perintah-perintah agama yang dia yakini sebagai suatu kebenaran.. Semakin tinggi keimanan seseorang, akan semakin besar pula semangatnya untuk menyelesaikan ibadah puasanya dengan sebaik-baiknya.

Stamina berkaitan dengan faktor kondisi fisik seseorang. Dalam menjalankan ibadah puasa, seorang anak kecil atau seorang yang sudah lanjut usianya tentu akan berbeda daya tahan fisiknya dibandingkan dengan seorang remaja atau dewasa yang masih segar kondisinya.

Pengalaman bertanding disini dimaksudkan dengan pengalaman batin kita didalam menghayati makna ibadah puasa diwaktu-waktu sebelumnya. Semakin bagus ibadah puasa kita pada masa-masa yang lalu, semakin mudah pula kita menyelesaikan ibadah puasa tahun ini.

Tapi ada satu hal yang perlu diwaspadai, jangan sampai kita terlena di saat saat terakhir seperti sekarang ini. Terlena akan kemenangan yang hampir di raih. Sehingga kita lebih sibuk dengan rencana apa yang akan dilakukan untuk merayakan hari kemenangan itu. Sibuk membayangkan rencana pesta kemenangan, membuat kita melalaikan aturan aturan pertandingan. Alih alih merebut kemenangan, yang ada kita didiskwalifisir oleh wasit pertandingan.

 

Semoga kita selalu semangat dalam menjalankan Ibadah.. Amin Yarobal’alamin...